Jumat, 17 Desember 2010

Perbandingan Batu bata dan Hebel ( Beton Ringan ).

Dewasa ini bahan bangunan semakin beragam.

Contoh :

  1. Pengganti bata dengan menggunakan hebel.
  2. Plat lantai diganti menggunakan penutup yang berbahan ringan.
  3. Atap yang tidak lagi menggunakan kayu sebagai kuda-kuda maupun untuk reng dan usuknya, tetapi saat ini masyarakat tren menggunakan baja ringan sebagai pengganti kayu.
Dinding, dahulu orang cenderung menggunakan batako ataupun batu bata.namun saat ini orang sudah mengenal hebel ( beton ringan ).

Sebenarnya beton ringan ini sudah dipergunakan oleh masyarakat swedia pada tahun 1923 sebagai alternatif material bangunan untuk mengurangi penggundulan hutan.Kemudian pada tahun 1943 diJerman dikembangkan lagi oleh Joseph Hebel.
Dan di Indonesia sendiri hebel mulai dikenal sejak tahun 1995.

Hebel atau beton ringan untuk bahan adonannya antara lain terdiri dari pasir kwarsa, semen, kapur, sedikit gypsum, air, dan alumunium pasta sebagai bahan pengembang (pengisi udara secara kimiawi). Setelah adonan tercampur sempurna, nantinya akan mengembang selama 7-8 jam. Alumunium pasta yang digunakan dalam adonan tadi, selain berfungsi sebagai pengembang ia berperan dalam mempengaruhi kekerasan beton. Volume aluminium pasta ini berkisar 5-8 persen dari adonan yang dibuat, tergantung kepadatan yang diinginkan. Adonan beton aerasi ini lantas dipotong sesuai ukuran.

Sedang untuk batu bata batu bata terdiri atas jenis bata tanah liat atau lempung, bata pasir kapur, dan bata mortar. Sedangkan dari segi pembuatannya, ada batu bata merah konvensional dan bata press.
Untuk segi ukuran batu bata 25 x 12 x 4,5 cm atau lebih kecil beberapa centi.
Dalam penggunanan bata sebagai penutup dinding biasa digunakan kurang lebih sekitar 85 buah.

Untuk hebel ukuran lazimnya 20 x 60 x 10 cm atau tebalnya dapat lebih kecil sedikit.
Sedang untuk hebel rata-rata digunakan sebanyak 8,5 buah.

Contoh Perbandingan Bata Dengan Hebel ( Tgl 17/12/2010 ) :

Apabila dilihat dari segi harga untuk satu buah batu bata berkisar Rp 375,- / buahnya.Untuk hebel Rp 650.000,- /m3. Sehingga harga satuan rata-rata Rp. 6.500,- / buah. Sehingga dalam 1m2 untuk batu bata besar biaya Rp 375,- x 85 = Rp. 31.875,- ( diluar dari speci ).Dan untuk Hebel dalam 1m2 adalah Rp. 6.500,- x 8,5 = Rp. 55.250,- ( diluar dari speci ).
Memang untuk hebel harga jatuh lebih tinggi. Namun dari segi berat untuk distruktur,hebel lebih ringan dan lebih cepat pengerjaannya.

Demikian Contoh Perbandingan Batu Bata dan Hebel ( Beton Ringan ),Semoga Dapat Menjadi Referensi Dalam Memilih Bahan Untuk Bangunan Anda.

Terpercaya Sejak 1995 Dan Bergaransi.






Cara Mencetak Batu Bata.






Cara Pemasangan Hebel.


Referensi :

0 komentar:

Template by : kendhin x-template.blogspot.com Last edit By : Cobash