Minggu, 19 Desember 2010

Memilih " PONDASI Dan BESI BETON " Pada Konstruksi Rumah / Arsitektur Rumah.

I . P O N D A S I.

Pondasi adalah suatu bagian dari konstruksi bangunan yang berfungsi untuk menempatkan bangunan dan meneruskan beban yang disalurkan dari struktur atas ke tanah dasar pondasi yang cukup kuat menahannya tanpa terjadinya differential settlement pada sistem strukturnya.

Untuk memilih tipe pondasi yang memadai, perlu diperhatikan apakah pondasi itu cocok untuk berbagai keadaan di lapangan dan apakah pondasi itu memungkinkan untuk diselesaikan secara ekonomis sesuai dengan jadwal kerjanya.

Hal-hal berikut perlu dipertimbangkan dalam pemilihan tipe pondasi :

  1. Keadaan tanah pondasi
  2. Batasan-batasan akibat konstruksi di atasnya (upper structure)
  3. Keadaan daerah sekitar lokasi
  4. Waktu dan biaya pekerjaan
  5. Kokoh, kaku dan kuat
Jenis pondasi biasanya adalah :

a.Pondasi batu kali
- Pondasi menerus
- Pondasi setempat
- Pondasi dengan kolom cakar ayam
b. Pondasi sloof beton
c. Pondasi plat jalur beton

Umumnya kondisi tanah dasar pondasi mempunyai karakteristik yang bervariasi, berbagai parameter yang mempengaruhi karakteristik tanah antara lain pengaruh muka air tanah mengakibatkan berat volume tanah terendam air berbeda dengan tanah tidak terendam air meskipun jenis tanah sama.
Jenis tanah dengan karakteristik fisik dan mekanis masing-masing memberikan nilai kuat dukung tanah yang berbeda-beda. Dengan demikian pemilihan tipe pondasi yang akan digunakan harus disesuaikan dengan berbagai aspek dari tanah di lokasi tempat akan dibangunnya bangunan tersebut.
Suatu pondasi harus direncanakan dengan baik, karena jika pondasi tidak direncanakan dengan benar akan ada bagian yang mengalami penurunan yang lebih besar dari bagian sekitarnya.

Ada tiga kriteria yang harus dipenuhi dalam perencanaan suatu pondasi, Adalah :
  1. Pondasi harus ditempatkan dengan tepat, sehingga tidak longsor akibat pengaruh luar.
  2. Pondasi harus aman dari kelongsoran daya dukung.
  3. Pondasi harus aman dari penurunan yang berlebihan.
Cakar ayam untuk bangunan berlantai 2 paling minim dengan ukuran 60 x 60cm dengan diameter besi 10 mm dan tentunya semakin besar akan semakin bagus.

Pondasi dengan menggunakan batu kali lebar bawah 60 cm, lebar atas 25 cm, dan tinggi 60 cm.

Adapun ketentuan teknis tentang pondasi untuk batu kali :
  1.  Pondasi harus ditempatkan pada tanah yang mantap, yaitu ditempatkan pada tanah keras, dasar pondasi diletakkan lebih dalam dari 45 cm dibawah permukaan tanah.
  2. Seluruh badan pondasi harus tertanam dalam tanah.
  3. Pondasi harus dihubungkan dengan balok pondasi atau sloof, baik pada pondasi setempat maupun pondasi menerus.
  4. Balok pondasi harus diangkerkan pada pondasinya, dengan jarak angker setiap 1,50 meter dengan baja tulangan diameter 12 cm.
  5. Pondasi tidak boleh diletakkan terlalu dekan dengan dinding tebing, untuk mencegahlongsor, tebing diberi dinding penahan yang terbuat dari pasangan atau turap bambu maupun kayu.
Sedangkan untuk perkuatan beton bertulang yaitu :
  1. Kolom praktis 13 x 13 cm menggunakan tulangan 4 diameter 10 mm dengan begel diameter 8mm jarak < 150 mm. 
  2. Balok sloof 13 x 20 cm dengan tulangan 4 diameter 10 mm dengan begel diameter 8mm jarak < 150 mm.
  3. Balok ring 13 x 15 cm tulangan 4 diameter 10 mm dengan begel diameter 8mm jarak 150 mm.
Begel harus dibengkokkan 135 derajat dengan kait sekitar 10 kali diameter begel.
Mutu campuran beton dianjurkan menggunakan perbandingan 1 PC : 2 Pasir : 3 Kerikil.
Pencampuran bahan menggunakan air sebanyak 0,5 bagian.

Pemakaian jenis pondasi ini tergantung dari jenis daerah ataupun tanah setempat dan yang lebih penting lagi tentunya tergantung dari dana yang kita punya, sebagai contoh nih… : daerah perkotaan yang tanahnya padat dan dana ada mkn lebih praktis dengan pondasi sloof beton atau dengan plat jalur beton. Namun utk daerah pinggiran atau pedesaan akan lebih murah dengan pondasi batu kali dan dengan kolom cakar ayam agar lebih kokoh bila punya rencana akan dibuat beberapa lantai.

II. B E S I  B E T O N.


Memilih besi beton sebagai bahan untuk cor ataupun lainnya adalah susah kalau belum tahu caranya.
Tapi sebenarnya gampang saja untuk mengetahuinya. Jadi tenang saja.

Di dalam pasaran besi  beton dikenal adanya istilah full, gemuk, dan kurus atau banci.Besi kok gemuk dan banci, ada-ada saja ya.

Ulasannya Sebagai Berikut :
  1. Besi full adalah besi beton yang memiliki dimensi yang sama dengan yang disebutkan. Misalkan saja besi 10 full, maka diameternya jika diukur adalah 10 mm pas dengan panjang standart  12 meter.
  2. Besi gemuk adalah besi yang diameternya lebih besar dari yang disebutkan tapi panjangnya belum tentu standart  12 meter. Misalkan saja besi 10 gemuk, akan diperoleh ukuran diameter lebih dari 10 mm, misalkan 11,2 mm dengan panjang dapat  12 meter ataupun 11,6 meter.
  3. Besi kurus atau banci, misalkan disebut besi 10 kurus, maka ukuran diameternya akan di kisaran 8 mm saja dengan panjang dapat dibawah 12 meter ataupun tepat.
Besi pada konstruksi beton bertulang berfungsi sebagai panahan tegangan tarik, penggunaan besi dalam beton bertulang karena beton hanya kuat terhadap gaya tekan.
sebelum melaksanakan pekerjaan beton bertulang terlebih dahulu kita menghitung kebutuhan volume material besi beton sehingga dapat dipersiapkan sebelumnya dengan jumlah yang tepat.

cara menghitung volume besi beton bertulang adalah sebagai berikut :

misalkan sebuah pekerjaan kolom 20 x 30 cm beton bertulang setinggi 6 m dengan besi tulangan pokok
4 diameter 10 sedangkan begel atau sengkang diameter 8 jarak 15 cm.
langkah perhitungan kebutuhan besi beton pada konstruksi tersebut

menghitung kebutuhan besi tulangan pokok
  • volume besi D10 adalah 4 bh x 6 m = 24 m’
  • jika panjang besi perbuah dipasaran adalah 11 m maka  kebutuhan besi adalah 24 m : 11 m = 2.18 buah
  • berat per m’ besi D10 adalah 0.617 kg maka total kebutuhan besi D10 adalah 0.617 kg/m x 24 = 14.808 kg
Menghitung kebutuhan besi tulangan sengkang atau cincin atau begel
  • panjang tulang sengkang perbuah adalah 25+15+25+15+5+5 = 90 cm = 0.9 m
  • jumlah tulangan sengkang pada kolom setinggi 6 m dengan jarak pemasangan 15 cm adalah 6 : 0.15 = 40 buah besi tulangan sengkang.
  • total panjang besi tulangan sengkang adalah 40 bh x 0.9 m = 36 m
  • jka panjang besi perbuah dipasaran 11 m maka kebutuhan besi tulangan sengkang 36 : 11 = 3.27 buah
  • berat besi per kg besi D8 pada tabel adalah 0.395 kg maka jumlah kebutuhan besi adalah 0.395 kg/m  x 36 m = 14.22 kg
TABEL BERAT BESI BISA DILIHAT DISINI
dari perhitungan diatas maka kebutuhan besi tulangan nya adalah
  • Besi D10 = 2.18 batang = 14.808 kg
  • Besi D8 = 3.27 batang =  14.22 kg
  • beton sebesar 0.2×0.3×6 = 0.36 m3
demikian salah satu cara perhitungan volume besi, untuk lebih mudahnya sekarang ini sudah banyak software untuk menghitung besi baik memakai excel atau yang lainya,
Semoga ini dapat berguna buat referensi.
PERCAYAKAN DESIGN MAUPUN PEKERJAAN BANGUNAN ANDA PADA KAMI :
WINDESIGN general contractor n consultan arsitektur Klik http://www.facebook.com/pages/surabaya-indonesia/windesign/146265395390711 and http://windesign83.blogspot.com/



.

2 komentar:

Unknown mengatakan...

klo bangunan 2 lantai menggunakan
kolom 6 batang besi 10mm(gemuk)
sengkeng 6mm. untuk luas 7×8,5m
kuat gak ya? jumlah kolom dengan
pondasi cakar ayam sekitar 12 tiang.
jarak antar tiang 3-3,8m.

herizal alwi mengatakan...

Izin copas ya :)

Template by : kendhin x-template.blogspot.com Last edit By : Cobash